Minggu, 25 Agustus 2013

Fakta Bisma Karisma




Bottom of Form

•  orangnya bosennan
•  paling anti sama cewe playgirl
•  pengen punya cewe yang bisa main gitar
•  suka nonton acara musik
 • Mamang gak suka sama cewek berpakaian terbuka!
• Mamang kalo ditanya udah mandi atau belum pasti jawabnya udah , padahal belum.
• Mamang paling gak bisa tidur di tempat asing.
• Kalo mamang lagi nge”zombie” pasti rangga yang selalu jadi sasaran kejailannya mamang.
• Mamang itu gak suka yang namanya basa basi.
• Mamang juga dipanggil kumang sama kakanya, yaitu kak Mega.
• Mamang pernah waktu shalat subuh bacanya niat sholat maghrib karena saking ngantuknya.
•  Mamang kalo lagi maen game pasti sambil nyanyi.
• Mamang sering maen tamiya, nintendo, sega dan mesin DDR ( Dance Dance Revolution ).
•  Mamang tidak terpana dengan fatamorgana kesuksesan semata.
•  Mamang suka ngledekin Rafael, “bibir lo manyun coh..” Rafael njawab, “mendingan lo ke apotik, nyari obat peninggi badan..” haha :D
•  Sukaa banget sama cuankie.
• Pernah ngumpetin yuppinya Dicky 1 toples.
• Marah kalo kamarnya dibersihin.
• Mamang pernah jadi model catalogue metalizer, mazda 21, WAW u/ lenor by Lenny Agustin, dan model catwalk di Jakarta Fashion Week untuk lasalle callege.
• Mamang juga pernah jadi modelnya merek pakaian ENDORSE BY SPYDERBILT INTERNATIONAL CLOTH
• Bisma adalah orang yang rajin sholat dan jarang meninggalkan nya :).
• Bisma paling ga suka sayuran .
• Bisma bilang, kumis dan tangannya adalah bagian tubuh dia yang paling seksi .
• Bisma sering menjadi juru bicara SMASH setiap kali di wawancarai .
• Bisma pernah bergabung di B-FABB. itu adalah salah satu breakdance di Bandung.
• Bisma ga punya Facebook, facebook dia sudah di de-active .
• Mamang menyukai gaya urban street.
• Mamang paling suka pakai topi terutama buat nutupin rambut berantakan.
• Mamang Bisma kalo bangun tidur nyium bau makanan, pasti langsung diembat tanpa gosok gigi dulu
• Bisma ga terlalu suka Update2 di Dunia Maya, kayak twitter dan sebagainya..
• Waktu tragedi Geng Motor yang Bisma jadi korbannya itu, Dia itu ga salah sama sekali,.. tiba-tiba mamang langsung di bacok aja..
• Waktu kejadian Geng Motor itu terjadi waktu lagi maraknya Geng Motor yang lagi marah-marah.. Dan Bisma jadi korban..
• Gara-gara geng motor yg lagi marak2nya, banyak jalan yg dikuasain sm mrka&ga sengaja bisma ngelewatin jalan yg rawan dilewatin mrka
• Bisma itu jago bikin animasi yang lucu
• Bisma pernah bikinin motion picture khusus buat kado anniversary ceweknya
• Pernah ikut Belia look tahun 2006 and jadi runner-up
• Morgan pernah gelitikin Bisma kalo lagi makan dan akhirnya Bisma makan di WC.
• Suka tergoda kalo ngeliat topi dan suka topi yang bentuknya unik gitu
Waktu di lokasi shooting, Bisma pernah naruh melon di dalem tasnya Dicky, alhasil Dicky ngambek-ngambek gak jelas
• Nyanya suka manggil BISMA dengan nama VIVMA karna nyanya belum bisa ngomong.
•  Sebenernya Bisma gak suka pake behel, tapi terpaksa karna giginya ada yang gingsul.
• Bisma itu alumni SD Cikuda, SMP 01 Jatinangor dan SMA Angkasa Bandung
• Bisma pernah keluar dari kamar cuman pake handuk doang, gara-gara ada kak Poppy Sovia di TV
• Kalung yang suka di pakai Bisma itu kalung pemberian dari ayah dan ibunya
• Bisma itu paling takut potong kuku dan paling gak suka pake kaos kaki (?) 52. Bisma lahir hari Selasa (sama kayak aku doong.. :P)
• Bisma gak suka cewek yg over/berlebihan.
• Bisma juga gasuka cewe manja. 55. Awal karir Bisma tahun 2000
• Bisma lebih senang berkarya dibanding menghitung matematika
• Gak suka fans fanatik karena akan menyusahkan SB sendiri
• Bisma sama Annisa Cherrybelle itu sahabat dekat.
• Dicky gak suka 1 kamar sama Bisma soalnya Bisma kalo tidur banyak polahnya, geser sana geser sini alias gak bisa diem :P
• #HBD21stBISMASH - Cara ngerayu Dicky waktu Bisma mau pergi "mamang tukang baksoo, jangan pergi dong, ntar aku sendiri dong yang di diemin?, ntar kan juga ada mamang, kita akan bersatuu" alhasil saat mangBis liat wjah lebay nya dicky ketawa deeh - Saat malam hari detik2 mo pukul 00.00 itu dicky minta anter ke kamar mandi, saat pintu kamar mandi di tutup langsung jatooh teloor, tepung, n aer dri atas MS n partner yng lain itu serentak ngucapiin "Happy B’Day" - Selese mandi Bisma liat twitter dan takjub sama SMASHBLAST



Sabtu, 24 Agustus 2013

Be The One part 8

***
Kita duduk berhadapan dengan perasaan aneh, terlibat percakapan kecil dan saling bergurau. Terkadang saat percakapan terhenti, dinginnya keheningan membuat kita membeku dalam diam.  Rasa ini begitu terasa aneh untuk dirasa, sejak awal bertatapan membuat hati kita saling bertautan satu sama lain.
“Aneh mendadak kak Dicky jadi pendiam padahal juga...” ujar Lili menggantung.
“Padahal apa memang ? pasti mau bilang kalau Dicky itu bawel. Hem... Aku itu diam karena sedang duduk disamping wanita cantik” Lili tertunduk malu mendengar pujian yang terlontar dari bibir Dicky. Dengan mengusap tengkuk lehernya sedikit dapat menghilangkan rasa salah tingkah Dicky karena telah melontarkan sebuah pujian yang memang tulus dari lubuk hatinya, kini sudah waktunya Dicky untuk lebih bisa mengutarakan perasaannya sendiri, bukan memendam dan merelakan gadis yang dicintai pada pria lain.
“Sebanyak apa pria yang silih berganti dalam hidupMu tak akan membuat Ku menyerah untuk mendapatMu, meski Aku sadar Aku sama tak ada apa-apanya dengan mereka-mereka, pria yang punya segalanya dan pasti sebanding denganMu” ujar Dicky yang begitu menyadari perbedaan antara dirinya dan Lili, namun tetap Dicky akan bertahan karena cintanya untuk Lili terlalu dalam dan sulit untuk terhapuskan.
“Kak...”
“Aku tau memang Aku tak pantas untukMu, jadi cukup Aku mengagumi Mu dan melindungi Mu dari jauh. Bila memang saatnya cintaKu ini terbalaskan maka Aku akan bersyukur pada Tuhan” ujar Dicky dengan tersenyum miris, bukan hanya karena perbedaan status sosial saja yang menghalangi Dicky mendapatkan gadis yang dicintai, namun kenyataan yang lebih parah cinta Dicky tak terbalaskan.
“Maaf” sesal Lili dengan menatap Dicky yang menundukan kepala. Entahlah Dicky sudah merasa pupus, sama sekali tak memiliki harapan menjadi seorang yang spesial dikehidupan Lili, namun sekali lagi Dicky masih enggan untuk menyerah dan melepaskan cinta itu begitu saja.
“Tak usah minta maaf karena semua ini salahKu, cukup kamu biarkan saja Aku mencintai Mu” senyum itu, senyum Dicky yang terlihat begitu manis kini begitu terlihat tengah dipaksa. Tak ada candaan Dicky meski itu hanya sekedar menghibur dirinya saja, mungkin karena terbawa dengan keadaan membuat Dicky harus bersikap serius kini. Lili diam tak tau harus berkata apa, jujur kini gadis ini tengah bimbang dengan perasaannya sendiri. Terkadang memang saat disamping Dicky rasa nyaman itu ada, namun terkadang pula hati Lili tak dapat merespon perasaan Dicky.
“Shhh... kok jadi galau gini yah, dua ribu tiga belas udah gak jaman kalau Galau. Lebih lupakan saja apa yang tadi kita bicarakan, anggap saja itu semua tak pernah terjadi. Biar semua berjalan apa adanya” Dicky tersenyum tipis, berusaha meyakinkan gadis disampingnya kalau kini Ia tengah baik-baik saja, semua akan terjadi seperti biasa tak akan ada yang berubah meski Lili telah menolaknya.
“Maaf yah kak, kasih Aku beberapa waktu untuk meyakinkan perasaanKu sendiri. Jujur Aku masih bimbang dengan semua ini, tapi Aku janji gak akan pernah memberi kakak sebuah harapan kosong” Lili berhambur memeluk tubuh kurus Dicky, membuat Dicky terkejut mendapat pelukan nyaman dari Lili namun itu tak berlangsung lama, Dicky membalas pelukan Lili dengan sebuah senyuman.
“Kalau memang kita berjodoh pasti Tuhan akan menyatukan kita, dan bila memang tidak Aku pasti akan mendoakan Kamu mendapatkan pria yang lebih baik dari Aku” ujar Dicky. Berat memang mengatakan semua itu, tapi itulah takdir yang memang harus Dicky terima dengan lapang dada, biar bibir berkata seperti itu namun hati kecil Dicky selalu berdoa kalau Lili memang jodohnya.
“Aku mau kakak bersabar dan membuktikan cinta kakak sama Aku, Aku tak ingin begitu saja menerima cinta kak Dicky tanpa sebuah bukti sama sekali, bibir kapan saja bisa berbohong” Lili melepas pelukannya lalu menatap lekat mata indah milik Dicky. Dari tatapan itu Lili mendapat sebuah ketulusan dari Dicky, tapi tetap saja hatinya belum seratus persen bisa menerima Dicky begitu saja. Mungkin dengan bukti nyata Dicky mencintai Lili dapat membuat Lili luluh dengan Dicky, tapi entahlah kapan waktu itu akan tiba.
“Aku akan selalu menunggu kamu” Dicky.
“Ehemmm...” terdengar deheman suara seorang pria paruh baya yang sudah tak asing untuk Lili. Refleks membuat Dicky dan Lili memutar tubuh mereka kebelakan, melihat seorang pria paruh baya berdiri dengan berwibawa dibelakang mereka dengan sebuat tatapan yang tak biasa, Dicky mengusap puncak kepalanya gusar.
“Sudah berani berduaan kalian” ujarnya dengan nada suara yang menakutkan, membuat Dicky hanya mampu menundukan kepala merasa takut, sedangkan Lili terkekeh kecil melihat wajah sang ayah yang sama sekali tak membuatnya takut.
“Papa gak lucu tau” Lili beranjak dari duduknya berjalan lalu berhabur memeluk tubuh sang ayah, om Adrian tersenyum tipis mendengar penuturan sang putri, memang tak ada wajah gahar yang bisa ditunjukannya untuk membuat putrinya merasa takut, tapi kini justru Dicky yang terlihat ketakutan.
“Udah kak Dicky gak usah takut, lagian juga papa cuma bercanda”
“Siapa bilang papa bercanda ?, papa gak suka kalau kalian berduan ditempat sepi seperti ini, kalau sampai kalian mengulangi lagi saya akan menghukum kamu” om Adrian menujuk Dicky yang tertunduk. Ini bukan pertama kali Dicky bertemu dengan om Adrian, tapi masih saja membuat Dicky merasa takut berhadapan dari ayah gadis yang dicintai. Mungkin saja itu karena raut wajah om Adrian yang terlihat begitu gahar dimata Dicky.
“Maaf om” sesal Dicky masih saja menundukan kepala.
“Kamu mau minta maaf ketanah apa sama saya” sentak om Adrian yang mungkin tak terima karena Dicky menyesali perbuatan dengan menundukan kepala tanpa meliriknya sedikit pun, andai saja om Adria tau kalau sekujur tubuh Dicky kini sudah berkeringan dingin, begitu takut berhadapan dengan om Adrian. Perlahan namun pasti Dicky mulai mengangkat kepalanya, membuka secara perlahan matanya yang terpejam, keningnya mengkerut melihat Lili dan om Adrian tersenyum semabri melihatnya, terasa begitu aneh semua ini.
“Maaf om hanya bercanda saja. Om gak melarang putri om yang cantik ini berhubungan dengan siapa saja, asal dia pria yang baik dan bisa membahagiakan putri om ini” om Adrian mengusap penuh kasih sayang pungung Lili. Dicky tersenyum mendengar penuturan om Adrian, setidaknya kini sebuah restu telah didapat, tapi entah tak tau apa cintanya akan terbalaskan.

***
Awal dan akhir yang sangat berbeda jauh. Awal kau terlihat begitu menyebalkan dimata, pertemuan pertama kita kau memberi sebuah pengertian kalau kau pria yang kasar dan menyebalkan, hingga berjalannya waktu kau semakin menyebalkan. Tapi suatu hari kau berubah menjadi pria yang begitu manis, hingga begitu susah untuk mengenali diriMu. Tapi meski kau begitu menyebalkan, cinta ! cinta itu datang begitu saja. Kita hanya berdiam diri didalam sebuah ruangan yang membuatKu begitu susah untuk bernafas, serasa ingin sekali Ku berlari sendiri meninggalkan Mu.
“Emm....” ujar Rangga memecahkan keheningan. Della hanya melirik sekilas Rangga yang kembali diam, begitu terlihat jelas kalau pria berpipi chubby ini tengah dalam sebuah keadaan yang menghimpitnya. Della menghela nafas menghirup udara dingin AC mobil mahal milik Rangga, berulang kali Della harus menahan perasaannya sendiri, membiarkan Rangga melakukan apa yang diingin.
“Huft...” Rangga mulai menghela nafas, menetralisirkan kembali detak jantungnya yang bekerja lebih cepat dibanding biasa. Cinta ! cinta membuat Rangga bisa menjadi pria yang lembut dan tak bisa mengendalikannya untuk selalu dekat dengan gadis yang dicintai. Pada akhirnya memang Rangga harus mengakui semua perasaannya, sebelum sebuah terlambat hingga menjadi sebuah luka yang begitu menyakitkan.
“Aku... Aku...” ujar Rangga gelagapan. Begitu berbeda ketika Rangga mengatakan cinta pada Hana, hampir setiap saat berhadapan dengan Hana pria berpipi chubby ini tak sungkan mengungkapkan isi hatinya. Della mulai merasa kesal dengan semua ini, apa tujuan Rangga mengajaknya hanya berdiam bersama didalam mobil, ini hanya dapat membuat waktu secara percuma, lebih baik Ia lebih memilih berkumpul bersama sang kakak dan sang ayah yang baru saja berkumpul kembali bersamanya.
“Kalau memang gak ada yang mau dibicarakan lebih baik izinkan Aku keluar dari mobil ini, dan cukup sampai malam ini saja Aku menjadi pembantu kakak, biarkan Aku menjalankan hidupKu seperti layaknya manusia bebas, terserah kakak mau mengeluarkan Aku dari sekolah apa tidak” Rangga membolakan mata mendengar penuturan Della. Kini Della dengan gamblang rela dikeluarkan dari sekolah, tak akan lagi mengikuti apa yang Rangga perintahkan. Della segera beranjak keluar dari mobil sport Rangga, namun dengan sigap Rangga mencegah Della berlalu pergi, mempersilahkan Della kembali duduk ditempatnya, meminta waktu beberapa saat untuk Rangga mengutarakan semua yang ingin dikatakan.
“Aku mau minta maaf tentang semua yang telah Ku lakukan sama kamu, memang tak adil bila Aku mebalas sakit hatiKu pada Rafa sama kamu. Jujur waktu itu Aku begitu ingin Rafa melihat adik kesayangannya dikeluarkan dari sekolah, tapi ketika melihatMu datang kerumah membuatKu berubah fikiran” Rangga menatap lekat Della yang memalingkan wajahnya, wajar bila Della merasa kesal dengan semua yang telah dilakukan Rangga, selama ini Della sama sekali tak mempunyai salah dengan Rangga namun Della terkena imbas akan masalah Rangga dengan Rafael, itu semua terasa tak begitu adil untuk Della. Benci ? pasti Della akan membenci Rangga karena menjadikan dirinya sebagai jalan untuk membalas dendam.
“Aku sadar kamu begitu tak menerima semua ini, tapi satu hal yang harus kamu tau, kalau... kalau Aku...” begitu susah Rangga mengucapkan apa yang dirasa dihatinya yang sejujurnya. Sebuah alasan yang tak pasti membuat Rangga begitu susah untuk mengatakan cinta pada Della, dari awal Rangga sudah memiliki sebuah keyakinan Della akan membecinya karena semua yang telah terjadi, dari sana Rangga berfikir sia-sia mengungkapkan perasaannya, sebuah pemolakan pasti akan Rangga dapatkan.
“Kesempatan kakak buat bicara sama Aku sepertinya sudah habis, biarkan Aku keluar dari mobil” Della tak ingin berlama-lama berada disamping Rangga, karena disamping Rangga semakin membuat Della tak menentu saja. Benci dan Cinta itu ada dengan seimbang dihati Della, begitu bingung Della harus mengikuti yang mana. Rangga tak tinggal diam ketika Della berjalan menjauh dari mobilnya, dengan berlari kecil Rangga berhasil menggapai tangan Della dan menariknya dalam pelukannya.
“Tak akan Ku biarkan terlalu lama rasa ini dalam hatiKu, sejak kamu datang kerumah Aku sudah jatuh hati sama kamu, permintaan konyolKu yang menginginkan kamu menjadi pembantu dirumahKu hanya ingin membuatMu selalu didekatKu” Rangga semakin mempererat pelukannya, lihatlah Della yang tak membalas sama sekali pelukan Rangga.
“Aku tau semua yang Ku lakukan salah, membuatMu selalu merasa kesal dengan tingkahKu, tapi satu yang harus kamu tau semua itu Aku lakukan karena Aku terlalu mencintaiMu. Maaf kalau memang kamu merasa menjadi sasaran ajang balas dendamKu pada Rafael, tapi itu hanya pada saat awal saja namun melihatMu membuatKu menjadi berubah fikiran” jelas Rangga.
“Hah... memang dari awal Aku yakin kamu akan marah dan menolakKu. Tapi yah sudah setidaknya rasa cinta Ku tak terpendam terlalu lama” Rangga melepaskan pelukannya, kedua tangannya mengusap dengan lembut pipi Della, memberikan sebuah senyum yang begitu manis untuk gadis yang dicintai lalu memutar tubuhnya dan melangkah menjauhi Della. Rangga cukup sadar diri dengan semua kesalahan yang dilakukan, semua ini sudah setimpal dengan perbuatannya selama ini. Sebuah tangan melingkar diperut Rangga dan membuat Rangga menghentikan langkahnya, merasakan begitu nyaman pelukan hangat dari Della. gadis yang dicintai Rangga itu menenggelamkan wajah cantiknya dipunggung Rangga.
“Aku juga mencintai kakak, jangan pernah ulangi kesalahan kakak” Rangga semakin tak percaya dengan semua ini, apa semua ini sebuah kenyataan atau hanya sebuah mimpi belaka, kalau hanya sebuah mimpi Rangga tak ingin terbangun. Karena tak mendapat respon dari Rangga membuat Della merasa kesal, melangkah dan berdiri dihadapan Rangga yang dilakukan Della, memukul cukup kuat kening Rangga hingga membuat pria berpipi chubby ini meringis kesakitan.
“Gak guna ternyata Aku berkata jujur” Della bersendekap dada dan memanyunkan bibirnya. Rangga mengusap keningnya yang terasa nyut-nyutan setelah mendapat hadiah sebuah pukulan dari Della, namun setidaknya pukulan itu membuat Rangga tersadar kalau ini bukan sebuah mimpi belaka.
“Huft... maaf Aku kira tadi hanya sebuah mimpi saja, karena memang dari awal Aku memiliki sebuah keyakinan kalau kamu tak mencintaiKu” ujar Rangga masih mengusap keningnya.
“Ternyata yang kamu fikirkan salah tuan Rangga, pembantu Mu ini ternyata membalas cintaMu” ujar Della.
“Dish... jangan pernah ulangi perkataan kalau kamu pembantuKu, sekarang kamu kekasihKu dan akan menjadi ibu dari anak-anak Ku kelak” Rangga mengacak gemas puncak kepala Della.
“Memang siapa bilang kalau Della mau menikah dengan tuan Rangga ?” canda Della dan beranjak pergi meninggalkan Rangga, beranjak masuk kembali kerumah sahabatnya, bertemu dan berkumpul kembali bersama dengan keluarganya. Rangga mengacak rambutnya kasar, betapa bodohnya begitu saja mengajak Della menikah, menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih baru malam ini sudah berani mengajak Della menikah, pasti itu akan menjadi sebuah pertanyaan untuk Della.

***
Duduk berdampingan dengan sebagian kaki ditenggelamkan kedalam air kolam, meski dingin merasa mencekat namun dua insane manusia ini tak beranjak dari tempatnya, mereka masih bertahan dengan kediaman mereka, tak lama kemudian mereka saling mencoba untuk memecahkan keheningan namun keadaan yang ada membuat mereka tertawa bersama, menertawakan diri mereka masing-masing.
“Aku...” ujar Rafael dan Hana bersamaan seketika membuat mereka tertawa bersama. Dua insane manusia yang saling jatuh cinta ini kembali diam bersama, memendam sejuta rasa yang kini mereka rasa didalam hati. Sejuta rasa yang berawal karena sebuah cinta yang menimbulkan berbagai rasa yang seolah saling menular (Apa ini ? saya bingung sumpah :-D). Rafael menarik nafas panjang dan perlahan menghempaskan, mencoba untuk membuat tubuhnya tak terbawa oleh perasaan yang tak menentu ini.
“Shhh... menurutMu kita tak terlihat seperti orang bodoh bukan (?)” tanya Rafael. pertanyaan apa ini ? entah yang penting mereka tak terus menerus saling berdiam membungkam mulut mereka.
“Aku mungkin terlihat seperti gadis bodoh yang mempercayai kamu kakak kandungKu, dan melakukan hal aneh yang membuatMu merasa bingung. Belum lagi Aku merasa cemburu melihatMu dekat dengan seorang gadis yang ternyata adik kandungMu” Hana memukul pelan kepalanya, sudah mengaku bodoh ditambah dengan pengakuian yang pasti membuat Rafael tau semua inti dari pernyataannya. Kini Hana mengutuk dirinya sendiri yang terlalu berkata jujur, tapi yah sudah mungkin ini jalan keluar yang terbaik.
“Cemburu ? dengan adik kandungKu. MaksudMu, kamu selama ini cemburu akan kedekatanKu bersama Lili. Itu suatu hal yang konyol menurutKu, karena kita hanya sebatas teman. Yah... meski Aku menyimpan sebuah rasa yang lebih untukMu” diakhir kalimatnya Rafael menundukan kepala, pria berwajah tampan ini takut andai ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.
“Hah... kamu...” Hana terkejut dan membungkam mulutnya sendiri, merasa tak percaya dengan pengakuan jujur Rafael. Rafael memberanikan diri untuk menggapai tangan Hana yang membekap sendiri muluh Hana lalu menggenggamnya.
“Aku tak ingin lebih lama lagi menyimpan rasa cinta ini untuk kamu, sejak awal kita bertemu Aku sudah merasa tak beres dengan hati ini, belum lagi jantungKu yang selalu bekerja lebih cepat ketika berhadapan denganMu. Sulit awalnya untuk diriKu mengartikan semua itu, tapi lama kelamaan Aku tau kalau Aku jatuh cinta denganMu” tutur Rafael, semua itu yang Rafael rasa sejak pertama dan selama bersama dengan Hana.
“Lili ! meski dari awal Aku tak tau dia adikKu tapi Aku merasa nyaman dekat dengannya, melebih rasa nyaman yang Ku rasa saat bersamaMu. Meski sejak bertemu dengan Lili, Aku merasa goyah dengan rasa ini tapi pada akhirnya kamu menjadi pilihanKu” lanjutnya. Hana diam mendengarkan kata demi kata yang terlontar dari bibir seksi Rafael, mencoba mengerti semua maksud dari ucapan pria yang tengah menatapnya dengan lekat.
“Aku tak ingin main-main dengan perasaan ini, Aku mau kamu menjadi salah satu bagian dalam hidupKu, menjadi wanita yang menemani hari-hariKu” Rafael mengecup punggung tangan Hana dalam genggamannya, lihatlah Hana masih terpaku dalam diamnya, seolah gadis ini masih tak percaya dengan semua yang terjadi kini.
“Wel... Aku menunggu jawaban dariMu bukan diam seperti ini” Rafael mencubit dengan gemas pipi Hana, membuat Hana tersadar dari lamunannya. Menyebalkan sekali Hana ini, apa dia tak tau kalau Rafael tengah mengungkapkan perasaannya namun apa responnya, Hana justru hanya diam sembari menatap tanpa berkedip Rafael.
“Aku... Aku...” Rafael menunggu jawaban dari Hana, saat bibir Hana mulai berucap namun apa yang diucap hanya satu kata, sungguh membuat Rafael begitu gemas dengan Hana.
“Kamu masih dengar apa yang Aku bilang tadi ?” tanya Rafael, dengan polosnya Hana menggelengkan kepala.
“Aku hanya mendengar penjelasanMu tentang Lili” ujar Hana membuat Rafael harus berusaha untuk bersikap sabar menghadapi Hana. Kalau tak karena cinta mungkin saja Rafael sudah memakan hidup-hidup Hana, menyebalkan bukan harus mengulang kembali, padahal saja itu tadi Rafael memberanikan diri untuk mengutarakan keinginannya menjadikan Hana sebagai salah satu bagian dari hidupnya.
“Hehehe Aku cuma bercanda tau, gitu aja udah dibuat pusing sama kamu. Aku denger kalau tuan Rafael ini mau menjadikan Hana sebagai salah satu bagian dari hidupnya. Hem... apa yah kira-kira jawaban dari Hana” goda Hana. Rafael seketika terbengong karena ternyata Hana hanya sekedar ingin bercanda dengannya saja, tapi bercanda Hana tidak pada saat yang tepat.
“Jawaban dariKu, Aku mau menjadi salah satu bagian dalam hidup Kamu. Menemani kamu disetiap saat” ujar Hana yang semakin membuat Rafael terbengong. Hah... jadi Hana menerimanya, tapi lihatlah Rafael yang sama sekali tak merespon Hana, pria tampan ini masih terbengong dengan mulut yang mengangah. Hana dengan jailnya menyipratkan sedikit air yang diambil dari kolam kewajah Rafael, membuat Rafael tersadar dan memang pasangan ini cocok sekali dalam urusan saling diam ketika merasa tak percaya dengan apa yang mereka dapat kini.
“Jangan begong nanti ceweknya dibawa setan mau” canda Hana dengan terkekeh kecil.
“Emm... biar saja. Lagian juga Aku tadi bengong hanya ingin mengerjaiMu balik, biar kamu tau rasa gimana mendapat respon diam ketika kamu dalam keadaan serius” Rafael menjulurkan lidahnya mengejek Hana, kini mereka satu sama dalam hal saling mengerjai satu sama lain.
“Menyebalkan” umpat Hana dengan bersendekap dada. Rafael merangkul mesra tubuh mungil Hana, senyum tak luntur dari bibir seksinya. Inilah semua jawaban dari apa yang dilalui kemarin, susah senang dilalui untuk menemukan cinta sejatinya, berbagai rintangan mampu dilalui mereka.
“Meski menurutMu, Aku ini pria yang menyebalkan tapi tetap saja kamu tak bisa memungkiri telah jatuh hati dengan pria menyebalkan sepertiKu” benar saja apa yang Rafael kata membuat Hana sama sekali tak dapat menggelak, yang Hana bisa lakukan tersipu malu, Hana yang tengah menahan malu membuat Rafael dengan gemas mengacak puncak kepala Hana.
BYURRRR tanpa Hana dan Rafael duga kini tubuh mereka telah basah kuyup karena terjebur kekolam renang, lihatlah mereka yang telah sukses menjeburkan Hana dan Rafael tengah tertawa puas, apalagi Dicky selaku pemilik rencana jail ini hingga tertawa terpingkal-pingkal.
“Mangka-nya jangan pacaran terus woh” ledek Lili.
“Siapa juga yang pacaran, dasar kamu anak SMA yang sok tau” ujar Hana kesal dalam kolam renang.
“Ihh kita gak sok tau kak, lagian kita dari tadi mendengar semua apa yang kalian bicarakan, dan kita tau kalau kak Hana dan kak Rafa baru saja menjadi sepasang kekasih” Hana dan Rafael benar-benar merasa malu, ternyata banyak orang yang tadi mendengar pembicaraan mereka. Bodoh ! kenapa mereka sama sekali tak menyadari itu, huft... kini yang ada hanya rasa malu bukan sebuah penyesal.
“Dan kalian harus tau kalau yang punya rencana menjeburkan kalian kekolam itu Dicky, jadi orang yang harus paling kalian salahkan itu Dicky” ujar Rangga yang berdiri tegap disamping Della dengan satu tangannya diselipkan dicelana berbahan jeans yang tengah dikenakan, terlihat begitu menawan pria ini dan sudah tak ada lagi wajah angkuhnya ketika berhadapan dengan Rafael. Mendengar penuturan Rangga yang mempunyai rencana menjeburkan Ia dan Hana kekolam renang membuat Rafael segera berlari mengejar Dicky dan membalaskan dendamnya dengan menjeburkan Dicky kekolam renang, namun tak hanya Dicky saja. Rafael juga menarik Lili dan Della lalu menjeburkan kekolam renang, semua semakin tetawa ketika melihat Dicky, Lili, Della, Hana, dan Rafael justru senang bermain-main bersama dengan air.

Dan pada akhirnya cerita ini berakhir dengan canda tawa bersama, dendam dan amarah masa lalu dibuang begitu saja oleh mereka, yang lalu biarlah berlalu dan yang ada sekarang dan yang akan datang mari kita jalani dengan senyum semangat :-p.

END.

Senin, 19 Agustus 2013

Fakta Rafael Landry Tan



1.  Nama lengkapnya Rafael Landry Tanubrata2.  Nama beken Rafael Tan
3.  Sering dipanggil cocoh maksudnya koko(kakak laki-laki)
4.  Lahir 16 November 1986, Garut
5.  Anak dari pasangan nila setiawan dan jhony tanubrata
6.  Zodiaknya Scorpio
7.  Kuliahnya di Universitas Kristen Maranatha Bandung
8.  Domisili asli nya Garut
9.  Penyanyi Favorit cocoh Mulan Jameela
10. Lagu favoritnya If You’re Not the One - Daniel Bedingfield
11. Pertama kali on stage Nyanyi di Gereja
12. impiannya Jadi seorang entertainer yang melegenda dan menjadi panutan banyak orang
13. paling demen ama Jajanan pasar...Wah si koko merakyat y
14. Cocoh itu phobia dengan kaca retak
15. Pernah dia pas liat kaca retak langsung lemes
16. Papanya pernah kecelakaan dan inilah yg menyebabkan cocoh anti banget sama kaca yg retak
17. Twitter rafael dulu sempet diprotect
18. Twitter asli punya cocoh @rafaell_16
19. Paling demen dengerin music jazz dan traveling keluar kota
20. Hobinya nonton film bioskop
21. Final destination tuh film favoritnya
22. Rafa paling gag setuju sama sikap ortu yg nganggap anak cewenya gag perlu sekolah tinggi sampek kuliah
23. Rafa suka sama cewe yang mandiri dan berpendidikan. . Waduh gw banget mah ini
24. Rafa suka bgt sama pnampilan mulan baginya mulan cwe yg seksi menarik, baik suara maupun pnampilan panggungny
25. doi pernah mengklipping semua artikel tentang mulan bahkan kalo mulan perform dia pasti nonton
26. ngefans berat sama boyband shinee dan punya keinginan bisa manggung bareng kelak. . Amin y ko
27. Rafa gabung dengan ColaFloat sejak kelas 1 SMA
28. Udah punya bakat nyanyi dari kecil
29. Pernah gabung dengan klub dance "VOGUE DANCER"
30. awal gabung di Vogue karena gag sengaja nganter ceweknya buat latian masih kelas 2 SMA wktu itu
31. Rafa sampai sekarang masih berhubungan baik dgn teman2nya yg d VOGUE dancer bhkan kalo ke bandung masi sering ikut latian bareng
32. Rafa udah mulai ngekos sejak sma bahkan masih tetep ngekos sampai sekarang di daerah bandung
33. Karena paling dewasa, mb icha bahkan ortu 6 butir sering nitipin 6 butir ke doi terutama yg masi pada sekolah
34. Cocoh tuh orangnya kalem, sabar, paling gag bisa marah
35. kalo syuting paling gag sabaran dan bawel nanya ke kru kapan gilirannya. . Padahal udh kbagian scene pling bnyak lho
36. Rafa buat ngejaga rambutnya saat perform doi make hair spray...
37. Rafa lebih suka cewek yg hitam manis bermata belo.
38. waktu masih di garut dia pernah gabung di sangar seni Larasati. . Anak garut sapa yg tw hayow???
39. waktu ultah pernah di kerjain sama Bisma n Rangga dengan pura2 berantem
40. Suka banget ama yg namanya Coklat
41. Suka sama yang berbau Snoopy
42. Anak2 SMASH bilang cocoh export dari garut
43. nama fansnya #Raflatahugs yg artinya pelukan rafael landry tanubrata
44. sama fans sering dijuluki si cocoh cuek
45. tgl 03 Februari 2010 pas IMLEK anak anak #RAFLATAHUGS mengganti nama panggilan buat cocoh sekarang julukannya MR.SCASL --> Sweet Chocolate And Sexy Lowerlip
46. Cocoh mempunyai ukuran sepatu 43,tinggi 178 berat 68
47. Cocoh alumni dari SD & SMP Daya Susila Garut
48. Alumni SMA di SMAK 2 BPK Penabur Bandung
49. Cocoh baru 3 Kali Pacaran
50. rafa di smash paling tua dan dia org nya gk ngenal kata putusasa
51. Pernah merasa sedih karna waktu vidio clip dia gag ada
52. Dia org nya maco dan walau pun muka nya keliatan sangar tapi aslinya lembut banget
53. Rafael itu org nya usil
54. kuliah d Universitas Maranatha bandung semester 8
55. Cocoh orangnya sering grogi makanya sering mkn prmen fisherman
56. musisi idolanya "shinee" menurut cocoh boyband ini keren banget , fashion dah gerakannya suka jd inspirasi cocoh.
57. Dia ngerasa Waktu untuk main bersama teman dan keluarga berkurang
58. suka sama cewek yang alay,lebay,ceria,gak pernah diam, rambut panjang
59. boyband korea yg disukai "TVSQ"
60. fashion nya keliatan paling rapi diantara pers0nel sm*sh lain
61. di panggil "acun" sama Bisma alasannya krna mukanya cocok ama nama "acun" ampe prnh dialog slh gra2 kbiasan Manggilny "acun"
62. duluny adlh penyiar radio , vocalis , guru & dancer
63. cocoh ngefans banget sama aktingnya angelina jolie
64. paling suka dikasih surprise
65. cocoh memulai karir thn 2003, menjadi vokalis suatu band
66. Mukanya paling oriental diantara yang lain karena matanya yg sipit kali y
67. kalo manager smash gabisa ikut temenin smash perform keluar kota, coco yg dikasih kepercayaan buat jagain adek2nya
68. 69. cewe' idaman rafael kalo dari sifat yg bsa nenangin kalo lagi kesulitan. kalo segi fisik, suka yg kayak Fahrani
70. angkatan tahun 2005 dan ambil jurusan sistem informasi
71. karena sibuk di band, dance dan model jd cocoh kuliahnya lama karena kebanyakan cuti
72. gereja cocoh kalo di bandung itu gereja katedral
73. cocoh jg jd model dan suka ikut pemotretan baik di majalah atau jadi mode baju
74. nama asli cocoh itu LANDRY , rafael nama baptisnya
75. Lebih dikenal dengan nama landry atau cocoh
76. Meskipun sbuk tp dia gag lupa ke gereja dan katanya dia biasanya ke gereja yg deket sama lokasi shooting
77. Cocoh agamanya katolik
78. pas kecil rafael sering berantem sma adikny yg cewe tp skrg ud ga katany cocoh itu baik orangnya
79. Cocoh plg mirip sma adiknya yg cwe dan sama" punya lesung pipi
80. paling ga ska kalo rambutny berantakan
81. Cocoh suka bgt pake gelang
82. Dulu pernah jadi guru ekskul di SMAK 2 BPK Penabur Bandung
83. hal yg romantis pernah di lakuin, dulu pernah ngasi buket mawar berukuran besar saat Valentine's day.
84. 3harapan cocoh : SM*SH bisa terus berkarya, ingin membahagiakan mama karena dia anak prtama, dan ingin membiayai ke 4 adiknya
85. Dari kecil cocoh ikut sama neneknya biasanya mangginya "MAMI"
86. Nenek ko rafael meninggal pkl 13.00, 21 okt 2009, pd umur 73 thn akibat kanker payudara yg sdh diderita slama 3 thn
87. dulu masih barengan ama Cola Float Rafa mnta wireless dan maminya belain jual prhiasan sekarang rafa slalu sedih kalo inget mami
88. Nenek & kakek ko rafael penjual bakpao rumahan dlm jmlh kecil di Garut, Jawa Barat. cocoh jg sring bntu mrka mengantar bakpao..
89. Saat saat paling sedih dalam hidupnya Saat neneknya meninggal, rafael merasa sebatang kara lagi.
90. Cocoh bilang : "Sepertinya aku telah kehilangan segalanya. Orang yg plg aku sayangi tlah hilang selamanya pdhal dialah yang memelihara dan mendukung aku."
91. Justru setelah dia terkenal dia kehilangan maminya
92. dalam VC I Heart You di detik 00.39 ada Rafael
93. asal mula sbutan 'cocoh' dri koko dan ditambah "h" jadi cocoh (logat orang Sunda-red)
94. Cocoh suka curhat sama adek cweknya
95. pernah jadi juara 1 lomba nyanyi sekabupaten Garut tahun 2000
96. Dulunya Rafael adalah vokalis dari Cola Float Band.
97. gak pernah lepas dari sipat hitam di matanya
98. tingginya cuma beda sesenti sama morgan, yaitu 178
99. juara 3 di Gatsby Styling Dance
100. pernah jadi model VC Ten2Five 'Eien No Ai'
101. cocoh bilang " Biasanya kalau dibalas satu, jadi merembet. Enggak dibalas bilangnya sombong. Padahal kan bukan begitu. Mention-nya banyak, jadi banyak juga yang tenggelam ke bawah-bawah dan enggak terbaca, hehe"
102. H0binya wista kuliner
103. Pernah jadi staf pngajar ekskul dance di SD,SMP,n SMA
104. rafael mengaku ketagihan berakting
105. rafael kaget mendapat peran utama, soalnya bertolak belakang dengan pribadinya
106. rafael mendalami tokoh dengan mempelajari karakter rangga (dimainkan nicholas saputra) difilm ada apa dengan cinta
107. Sebelum ada di SMASH udah kenal sama Bisma
108. ikut audisi SMASH karena dikasi tahu oleh bisma
109. Rafael audisi SMASH berbekal lagu “Dia Dia Dia”-nya Afgan
110. Rafael menikmati saat-saat kebersamaanya bersama personel SM*SH yang dianggapnya seperti keluarga
111. saking demennya sama COKLAT sampai sampai tiap sarapan pagi pun harus ada susu coklat mau yg dingin atau hangat yang penting coklat dia mah doyan banget.


Be The One part 7



Bottom of Form
***
Keadaan rumah tuan Adrian pagi ini begitu bising melebihi suara burung berkicaun diluar sana, membuat sang putri yang tengah terlelap terusik. Dengan wajah bantalnya gadis ini menuruni anak tangga rumahnya satu persatu, matanya melirik malas orang-orang yang tengah sibuk mempersiapkan semua keperluan untuk pesta ulang tahun sang ayah.
Tukkkkk sebuah benda tumpul mendarat tepat dipuncak kepala Lili, namun tak terasa sakit karena tante Laura tak memukulnya dengan kuat.
“Anak gadis udah siang tapi masih kucel begini, mama rasa gak akan ada yang mau sama kamu” ujar tante Laura.
“Ih... mama doa-nya jelek banget tau, masa’ anaknya yang paling cantik didoain gak akan ketemu jodoh” ujar Lili memanyunkan bibirnya lalu bergelayut manja dilengan sang mama, menatap dengan matanya yang masih tak terbuka dengan sempurna, mungkin efek karena masih mengantuk.
“Kembali sana kekamar terus mandi dan bantu mbak-mbaknya disini” perintah tante Laura.
“Gak mau” ujar Lili dengan menggelengkan kepala.
“Terus mau kamu apa coba (?). Lihat jam itu udah pukul delapan lebih tapi kamu masih kucel begini, cepat mandi atau uang jajan kamu akan mama potong” tante Laura.
“Yang kasih uang jajan keAku kan papa, mama gak bisa main potong begitu aja wleee” Lili menjulurkan lidahnya dan segera berlari meninggalkan sang mama, tak mau mendengar omelan sang mama yang pasti akan meledak mendengar candaan darinya. Tante Laura menggelengkan kepala melihat tingkah putrinya, yang terkadang begitu menyebalkan namun masih bisa dimaklumi. Tante Laura kembali sibuk mengarahkan para pelayannya yang membantunya menyiapkan pesta sang suami nanti malam.

***
Adik kakak ini hanya diam sibuk dengan fikiran mereka masing-masing, makanan diatas meja diabaikan begitu saja oleh mereka. Seolah mereka tak menyukai dengan makanan itu, padahal ini makanan yang setiap hari mereka temui, tapi memang bukan masalah makanan apa yang ada membuat mereka malas makan namun lebih kepada masalah pribadi mereka.
“Mau bilang apa coba sama kakak, sial banget kak Rangga pakai ajak pergi malam ini” batin Della.
“Padahal udah coba gak mikirin Hana, tapi masa aja mikirin terus. Bisa gila Gue lama-lama kalau begini” batin Rafael. Kakak beradik ini dengan kompak saling menyimpan masalah mereka dalam hati, tak ingin menceritakan apa yang dirasa pada saudara sendiri. Della ingin meminta izin pada Rafael untuk tak menghadiri acara ulang tahun ayah Lili, namun alasan apa yang harus dibuat oleh Della.
“Kak” ujar Della memecahkan keheningan mereka.
“Ada apa (?)” tanya Rafael dengan menatap adiknya.
“Em... itu anuh... apa coba” Della menggaruk bingung kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal itu, bingung mencari kata-kata yang tepat untuk meminta izin pada sang kakak. Rafael menautkan alisnya menatap bingung Della.
“Anuh apa (?), kalau mau ngomong yang jelas jangan dicicil emang kamu kira kreditan” Rafael terkekeh kecil.
“Ishh.... maksud Aku itu mau bilang... gak jadi lupain aja” Rafael menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya dan mengacak gemas puncak kepala Della.
“Kita sarapan saja dari pada harus diem-dieman gak jelas” Rafael menyuapkan sesuap nasi dan lauk kedalam mulutnya, mengunya dengan santai sembari menikmati sarapan dipagi yang cerah ini, akan tetapi cerahnya pagi ini tak secerah hati Rafael.
“Kak Rafa ada masalah (?)” tanya Della disela-sela acara sarapan mereka.
“Kakak masih merasa aneh saja dengan Hana yang kemarin tiba-tiba saja datang dan menangis lalu tak lama pergi dengan mawah masamnya, kelihatan banget anehnya kan (?)” ujar Rafael dan meminta persetujuan adiknya.
“Kalau Della rasa mungkin itu berhubungan dengan sang mama yang gak kasih izin kak Hana berhubungan dengan kakak, saran Aku lebih baik kakak jauhi kak Hana. Aku gak suka kalau mama kak Hana menghina kakak terus-terusan” tutur Della. Kini bukan hanya tante Carolin saja namun juga Della tak suka dengan kedekatan Rafael dan Hana, mungkin saja ini sudah bertanda kalau Rafael dan Hana memang tak berjodoh. Sedikit titik cerah, Rafael mulai mengetahui gadis yang mungkin menjadi jodoh sebenarnya.
“Terus kamu lebih setuju kak dekat dengan siapa (?)” tanya Rafael.
“Lili, dia gadis yang baik dan juga keluarga Lili tak pernah menghina kita berbeda dengan mama kak Hana. Ayolah malam ini Aku mau kakak menjadikan Lili sebagai kekasih kak Rafa” saran dan paksa Della pada sang kakak. Rafael hanya tersenyum tanpa menanggapi ucapan sang adik, mungkin memang sudah saatnya Rafael mengungkapkan perasaannya pada Lili dan mungkin malam ini juga malam yang tepat.
“Oh yah ngomong-ngomong kamu sudah lihat gaun yang dikasih tante Laura (?)” tanya Rafael.
“Udah kok kak tapi sayang gaunnya kekecilan jadi terpaksa nanti malam Aku menggunakan gaun yang lain, dibanding kalau dipaksa bisa membuat tubuhKu sakit semua” ujar Della berbohong. Malam ini yang pasti Della akan memakai gaun pemberian Rangga, meski Della sendiri tak tau harus ikut pergi bersama dengan Rangga atau datang kepesta ulang tahun ayah dari sahabatnya.
“Terserak kamu, kakak gak mau ambil pusing” mereka kembali melanjutkan acara sarapan mereka dengan obrolan kecil biasa. Seperti biasa seusai makan Della yang membersihkan meja makan dan mencuci piring dan gelas yang kotor, sedangkan Rafael lebih memilih menghirup udara segar pagi ini diluar rumahnya. Menatap anak-anak kecil yang tengah bermain dihalaman rumahnya dengan sebuah senyum riang, terlihat begitu menggemaskan mereka seperti tanpa sebuah beban.

***
Hana, gadis ini memukul kepalanya sendiri, berusaha mengusir bayang-bayang pria bermata sipit. Membayangkan semua yang telah mereka lalu bersama, canda tawa selalu mengiringi setiap kebersama mereka. Melupakan semua itu sebuah hal yang mustahil untuk Hana, apalagi Rafael telah menguci rapat hati Hana, hingga tak seorang pun yang bisa menggantikan posisi Rafael. Apa yang didengar Hana dari sang papa kemarin ikut pula terbayang-bayang oleh Hana, bayangan kebersamaan Hana dengan Rafael dan kenyataan Hana adik dari Rafael, selalu berputar silih berganti membuat Hana merasa gila. Kalau bisa memilih lebih baik Hana tak mengenal siapa itu Rafael, dibading mengenal Rafael harus menerima kenyataan pahit ini.
“Dia tak jauh dari kehidupan kamu, bahkan mungkin kamu sudah mengenal dekat dengan mereka”
“Mereka adalah Rafael dan Hana”
Hana masih tak percaya dengan apa yang didengar, semua seperti mimpi buruk unuknya. Hati Hana yang paling kecil pun menolak semua kata-kata itu, menolak kenyataan yang mungkin memang sebuah kenyataan yang sebenarnya. Hana menyandarkan tubuhnya dipunggung sofa, menarik dalam udara berharap sedikit membuat hatinya merasa tenang. Hana perlu berfikir, tapi semua ini sulit untuk dimengerti.
Hana menarik tubuhnya dari punngung sofa ketika mendengar suara sang ayah dibalik pintu. Gadis ini mulai mencoba memaafkan sang ayah, toh semua telah terjadi dan bukan kesalahan sang ayah atas cinta terlarang ini.
“Ya pah ada apa (?)” ujar Hana dengan tersenyum tipis namun masih menyimpan luka.
“Anak papah sudah baikan bukan (?), papah gak mau kalau kamu terpuruk dengan keadaan ini sayang” om Wijaya mengusap penuh kasih sayang puncak kepala Hana. Hana tersenyum tipis kembali berusaha meyakinkan sang ayah kalau dia dalam keadaan baik-baik saja, biar luka itu disimpannya sendiri tanpa harus dirasa oleh sang ayah.
“Akan ada pesta ditempat keluarga om Adrian, memperingati ulang tahun om Adrian yang akan memasuki usia setengah abad. Papa rasa sudah mulai gila Adrian ingin merayakan pesta ulang tahunnya, tapi yah sudah biarlah. Kamu mau menemani papa datang (?)” ujar om Wijaya dengan candaan untuk sekedar berbasa-basi dan menhibur Hana. Datang kepesta om Adrian ? Hana harus berfikir terlebih dahulu. Dirasa Hana pasti disana Ia akan bertemu dengan Rafael, tau sendiri betapa dekatnya Rafael dan Lili.
“Hem... papa rasa kamu memang harus menemani papa. Dandan yang cantik papa tunggu pukul tujuh tepat” ujar om Wijaya tanpa menunggu persetujuan dari sang putri.
“Tapi...” om Wijaya menggelengkan kepala tak mau mendengar apa-apa dari Hana, yang pasti Hana harus ikut datang bersamanya kepesta ulang tahun Adrian. Hana menghela nafas, semakin terasa sulit untuk melupakan Rafael bila mereka sering bertemu.

***
Sebuah gaun berwarna biru muda selutut melekat dengan indah ditubuh ramping Della, polesan tipis diwajahnya semakin menambah kecantikan gadis ini. Senyum tak pudar dari bibirnya ketika menatap wajah cantinya dipantulan cermin. Gaun pemberian Rangga ini begitu terlihat begitu indah ditubuhnya, andai saja ada seorang pangeran yang datang menghampiri, tentu akan terasa semakin sempurna.
“Della mau apa kau terlalu lama didalam kamar” teriak sang kakak yang sudah stay cool didepan rumah mereka bersama dengan Dicky. Della dengan langkah terburu keluar dari kamarnya, meski tak terbiasa menggunakan sepatu tinggi namun gadis ini bisa berjalan seperti biasa.
“Maklum wanita lama” ujar Della dengan terkekeh.
“Dapat dari mana baju Mu itu (?)” tanya Rafael. Hana dibuat gelagapan dengan pertanyaan sang kakak, harus jawab apa ini. Tak mungkin kalau harus berkata jujur, sebenarnya gaun ini dari Rangga. Rasanya Della sudah ingin berteriak karena sering membohongi Rafael hanya demi Rangga.
“Itu... ini Aku dapat dari Lili waktu ulang tahunKu” ujar Della berbohong dengan bersikap biasa agar Rafael tak curiga. Rafael hanya menganggukan kepala, percaya begitu saja dengan apa yang dikata sang adik. Tetapi berbeda dengan Dicky yang begitu menyadari kebohongan Della, pria ini sepertinya tau dari mana Della mendapat gaun itu.
“Terlalu lama kalian ini, mending sekarang kita berangkat dari pada telat” Dicky beranjak terlebih dahulu, masuk kedalam sebuah mobil jazz hitam yang memang sengaja disiapkan keluarga Lili untuk mengantar dan menjemput mereka.
“Aduhhhh” Della merintih sembari memegang perutnya.
“Kenapa lagi (?)” tanya Rafael.
“Gak tau kak dari tadi itu perut Aku udah sakit shhhh” aduh Della dengan masih memegang bagian perutnya dengan tangan kanannya. Rafael menatap bingung adiknya, bukannya tadi masih baik-baik saja tapi kenapa sekarang tiba-tiba sakit.
“Terus bagaimana ini (?), atau lebih baik kamu dirumah saja” usul Rafael.
“Mungkin itu lebih baik dan sampaikan salam maafKu untuk Lili dan keluarganya” ujar Della dengan tersenyum senang dalam hati.
“Baik-baik dirumah” pesan Rafael dan segera beranjak memasuki mobil lalu mobil jazz hitam itu melaju pergi.
“Maafkan Della harus bohong sama kakak” ujar Della saat mobil itu sudah tak terlihat lagi, dan sebuah mobil sport berhenti dihalaman rumahnya, seketika membuat Della semakin terlihat masam. Seorang pria tampan yang menggunakan kemeja berwarna senada dengan gaun Della keluar dari mobil, terlihat begitu tampan Rangga malam ini membuat Della menatapnya tak berkedip.
“Haii” Rangga melambaikan tangan dihadapan wajah cantik Della, seketika membuat Della sadar dan salah tingkah.
“Sudah siap untuk menemani Ku malam ini” ujar Rangga.
“Hah... kalau gak siap mana mungkin Aku menunggu kakak disini” Della.
“Silahkan nona cantik” Rangga membuka pintu mobilnya untuk Della, mempersilahkan gadis itu untuk masuk kedalam mobil. Mendapat perlakuan istimewa dari Rangg membuat Della tersipu malu, malam ini Rangga terlihat berbeda dengan hari-hari kemarin. Bahkan saat berbicara dengan Della, Rangga menggunakan kata Aku-Kamu bukan Loe-Gue, suatu keajaiban Rangga bisa berubah menjadi pria yang lembut.

***
Pesta dirumah mewah ini terlihat begitu meriah dengan kedatangan para pengusaha kaya, yah wajar saja karena Adria memiliki nama yang cukup terpandang dikalangan para pengusaha. Sang putri tunggal berjalan menuruni anak tangga dengan gaun selututnya yang berwarna senada dengan asesoris yang dikenakan, semua pemuda yang melihatnya seketika jatuh hati dengan gadis ini. Lili berjalan menghampiri salah satu tamu yang begitu berharga untuknya malam ini. Rafael dan Dicky menyambut kedatangan Lili dengan sebuah senyuman yang begitu manis.
“Cantik sekali kamu malam ini” Lili tersipu malu mendengar pujian dari Rafael.
“Seharusnya Gue duluan yang ngomong begitu, kenapa sih Loe selalu rebut apa yang Gue mau” kesal Dicky dengan bersendekap dada, melihat wajah kesal membuat Lili dan Rafael terkekeh. Lili begitu menyadari kalau Dicky merasa cemburu dengan kedekataannya bersama Rafael, tapi ya sudah biarlah saja karena dengan begitu Lili bisa melihat wajah lucu Dicky ketika kesal dan cemburu. Tapi ada yang kurang dari mereka, Lili baru teringat akan sahabatnya yang belum terlihat batang hidungnya.
“Kak, mana Della (?)” tanya Lili.
“Della....” ujar Rafael terpotong ketika melihat seorang pria paruh baya yang begitu tak asing untuknya. Rafael semakin membuka lebar matanya, berharap apa yang dilihat itu tak salah, tapi kenyataan yang ada itu memang orang yang Rafael kenal. Rafael dibuat tercengang dengan kehadiran seorang gadis yang berdiri dengan tegap disamping pria paruh baya itu, gadis yang juga begitu dikenal oleh Rafael. Dengan langkah pasti Rafael menghampiri pria paruh baya dan gadis itu.
“Ayah” ujarnya.

Bottom of Form

***

Della tersentak kaget ketika mobil Rangga terparkir disebuah rumah yang sudah tak asing untuk Della, ini rumah Lili sahabat Della. Jadi ternyata Rangga mengajaknya untuk mendatangi ulang tahun tuan Adrian, sebuah kebetulan sekali namun Della takut kalau sang kakak mengetahui dirinya datang bersama Rangga, entah apa yang akan terjadi.
“Kak” ujar Della ragu ketika ingin keluar mobil Rangga.
“Kenapa (?)” tanya Rangga dan mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil. Terlihat dari raut wajah kini kena ketakutan, membayangkan kejadian buruk akan terjadi kalau sang kakak mengetahui kedatangannya.
“Hem... itu...” ujar Della gelagapan bingung harus berbicara apa. Rangga hanya tersenyum tipis lalu keluar dari mobilnya, berlari kecil menghampiri pintu mobilnya sebelah pengemudi, membuka pintu mobil untuk Della. Rangga memperlakukan Della seperti selayaknya seorang putri raja, sangat-sangat terlihat berdeda dengan Rangga yang lalu, membuat hari-hari Della begitu mengesalkan.
“Udah tenang saja disini kamu akan baik-baik saja, selalu berdiri disampingKu jangan lepas genggaman tangan ini” mungkin saja Rangga mengira kalau Della tak terbiasa menghadiri pesta seperti ini hingga membuat Della merasa gerogi, tapi apa yang Rangga fikirkan salah karena ada hal lain yang membuat Della takut memasuki rumah mewah itu. Seperti sepasang kekasih mereka berjalan beriringan memasuki rumah mewah tuan Adrian, Della hanya mampu menundukan kepala berharap sang kakak atau keluarga Lili tak ada yang melihatnya.
“Ayah” suara itu tak asing untuk Della. Della mendongakan kepalanya yang tertunduk, menatap sang kakak berdiri dihadapan seorang pria paruh baya yang sama sekali tak Della kenali. Apa maksud Rafael memanggil pria paruh baya itu dengan ayah ? apa pria itu ayah mereka ? pertanyaan-pertanyaan itu sudah ingin terlontar dari bibir Della.
“Ayah ? maksudMu apa ?” tanya tante Carolin dengan tampang terkejutnya. Wanita ini berjalan dengan angkuh menghampiri sang suami dan putri tercintanya, ditatapnya dengan sinis Rafael yang tengah diam mematung.
“Pria miskin yang mau mengaku-ngaku menjadi anak dari suami saya. Hah... mana mungkin saya mempunyai anak seorang pria kalangan bawah seperti kamu” desis tante Carolin.
“Mah tolong jangan buat keributan diacara ini” ujar om Wijaya dengan penuh penekanan, berharap sang istri tak akan membuat masalah diacara ini, karena pasti mereka akan menjadi pusat perhatian tamu undangan.
“Maksud kakak apa memanggil pria ini dengan sebutan ayah (?)” tanya Della.
“Della” ujar Rafael dan om Wijaya bersamaan.
“Apa om mengenal saya (?) saya rasa baru kali ini saja kita bertemu” sakit ! begitu sakit ketika sang putri tak mengenalinya, namun itu wajar saja karena sejak Della masih kecil sudah ditinggalkan oleh om Wijaya. Hana ? gadis ini hanya diam sembari mencoba menyeka air matanya agar tak mengalir, semua akan terbongkar malam ini juga. Dan itu bertanda kalau pupus sudah harapan Hana untuk bersatu dengan Rafael sebagai sepasang kekasih.
“Dia ayah kita yang sudah meninggalkan kita sejak masih kecil” tutur Rafael membuat semua yang mendengar terkejut namun tak berarti untuk Hana dan om Wijaya, karena memang mereka sudah mengetahui itu semua.
“Jadi....”Della menutup mulutnya sendiri, jadi ini ayah kandungnya yang sudah meninggalkan keluarganya sejak Della kecil. Seorang ayah yang selalu dirindukan Della, disetiap Della berdoa ingin dipertemukan dengan sang ayah, dan kini doa itu terkabul. Rangga merangkul bahu Della, menguatkan gadis itu yang sudah menitihkan air mata, lebih tepatnya mungkin air mata bahagia.
“Gak usah mengada-ada kamu, anak saya dan Wijaya hanya Hana” ujar tante Carolin.
“Anak tante memang hanya Hana saja, namun harus tante ketahui kalau suami tante memiliki anak dari wanita lain” tante Carolin membolakan mata. Selama berpuluh tahun ternyata wanita ini telah dibohongi oleh suaminya sendiri, mungkin ini sudah balasan akan semua yang dilakukan wanita yang telah melahirkan Hana ini.
“Jelaskan semua ini sekarang juga” ujar tante Carolin kesal karena merasa telah dipermainkan oleh sang suami.
“Rafael dan Della memang anakKu dari pernikahan pertamaKu dengan Rani, seorang wanita yang selalu kamu rendahkan dulu, dan kamu juga yang telah merebutKu dari Rani bukan Rani yang merebutKu dari kamu” jelas om Wijaya lalu menatap penuh haru putrinya yang tengah menangis dalam dekapan Rangga, akhirnya semua rahasia ini terbongkar jadi sudah cukup Ia menyimpan rahasia ini selama puluhan tahun. Tante Carolin hanya diam menyadari semua yang telah dilakukan, memang ini balasan yang tepat untuknya.
“Maafkan ayah nak” om Wijaya datang menghampiri Rafael, menyesali semua perbuatannya yang telah membiarkan Rafael dan Della hidup dengan keadaan kekurangan. Tak melakukan kewajibannya sebagai seorang ayah, selama ini om Wijaya hanya mengawasi Rafael dan Della setiap apa yang terjadi pada anak-anaknya om Wijaya selalu tau, namun tak pernah sekali pun om Wijaya membantu secara langsung Della dan Rafael.
“Entah apa masih bisa Rafael memaafkan ayah, setelah semua yang terjadi denganKu dan Della. Apa yang tak tau bagaimana kit berdua bertahan hidup setelah bunda tiada, Aku dan Della harus banting tulang sendiri untuk bertahan hidup” Rafael membuat muka, masih merasa marah bahkan beci dengan apa yang telah dilakukan sang ayah. Tapi tau kah kalian kalau  sebenarnya Rafael begitu merindukan akan sosok ayahnya, ingin sekali Rafael memeluk sang ayah namun ternyata kebenciaannya mengalahkan rasa rindu itu.
“Maafkan ayah semua ini ayah lakukan karena paksaan nak, ayah mohon jangan membenci ayah seperti ini. Dulu ayah meninggalkan kalian karena orang tua ayah yang sakit-sakitan, dan mereka meminta ayah untuk menikah lagi dengan Carolin. Ayah benar-benar minta maaf” om Wijaya menitihkan air mata, begitu sakit mengingat kejadian masa lalu belum lagi ditambah dengan sang putra yang membencinya.
“Kalau memang Della memaafkan ayah Rafael akan memaafkan” ujar Rafael lalu om Wijaya berjalan menghampiri sang putri, membuat Rangga melepas rangkulannya pada Della. om Wijaya merengkuh tubuh sang putri dalam pelukannya, membiarkan jas yang dikenakan basah karena air mata Della. Belain lembut diberikan om Wijaya dipunggung Della penuh dengan kasih sayang, ini selalu om Wijaya dan Della inginkan mendapat pelukan dari orang yang begitu berarti dalam kehidupan mereka.
“Della mau memafkan ayah (?)” tanya om Wijaya dengan harap-harap cemas, takut bila Della tak bisa memafkan dirinya dan itu berarti Rafael pula tak mau memafkan dirinya. Della membalas pelukan sang ayah dengan air mata yang semakin mengalir dengan derasnya, pelukan ini begitu nyaman dirasa Della hingga enggan untuk melepasnya.
“Della sudah memaafkan semua kesalahan ayah, asalkan ayah jangan pergi ninggalin Della” ujar Della dengan isak tangisnya. Om Wijaya merasa lega dengan penuturan Della, dan Rafael pun ikut berpelukan bersama dengan sang ayah dan adiknya, melupakan semua kejadian masa lalu yang membuat sesak didada. Tante Carolin yang tau benar perasaan sang putri yang tak menerima semua ini menatap dengan kasihan lalu menarik tubuh munggil Hana kedalam pelukannya, berharap agar Hana merasa lebih tenang. Semua para tamu undangan menatap dengan haru keluarga Wijaya, namun membuat Lili merasa bingung dengan semua ini. Bukannya yang Lili tau kalau Rafael itu ? ahh... entah semua ini begitu membingungkan.
“Ada apa ini (?)” tanya sang pemilik acara malam ini. Om Adrian dan tante Laura berkumpul bersama dengan keluarga Wijaya yang tengah saling berpelukan, meluapkan kebahagiaan dan sedih yang mereka rasa. Om Wijaya menganggukan kepala seolah memberi sebuah kode pada sahabatnya.
“Mohon perhatian semua” ujar om Adrian membuat para tamu undangan kini menatap sang pemilik acara malam ini. Om Adrian menghela nafas sebelum memulai pidato kecilnya malam ini, sedikit berlebihan kalau dikata dengan pidato padahal hanya sepatah kata dua kata yang ingin diucapkan oleh om Adrian.
“Terima kasih untuk kalian semua yang sudah menghadiri pesta bertambah usia saya ini, bertepatan dengan acara ini saya juga ingin memperkenalkan anak-anak saya. Lili, putri cantik saya yang begitu manja dan Rafael, anak kandung kami yang telah kembali bisa berkumpul bersama kita semua” ujar om Adrian. Semua pasti terkejut karena baru saja om Wijaya mengakui kalau Rafael anaknya dan sekarang om Adrian pula mengaku orang tua kandung dari Rafael. Semua benar-benar tak mengerti dengan keadaan ini terutama Rafael, siapa sebenarnya orang tua kandungnya ?.
“Pasti kalian bertanyaan-tanya dan saya akan menjelaskan sedikit tentang kebenarannya. Anak kami yang tak lain adalah Rafael saat berusia tiga tahun hilang dan Wijaya beserta Luna yang telah merawat anak saya hingga dewasa, kami sempat berputus asa dengan hilangnya Rafael tapi Tuhan berkehendak lain ternyata kami dapat bertemu kembali dengan Rafael” jelasnya membuat semua berOH ria. Rafael ? pria ini masih tak percaya kalau sebenarnya orang tua kandungnya itu om Adrian dan tante Laura, sedangkan Lili adalah adik kandungnya. Pantas saja Rafael begitu nyaman meski baru mengenal keluarga Adrian. Lihatlah Hana ! gadis ini bahagia mengetahui kalau Rafael bukan kakak kandungnya.
“Ini yang sebenarnya yang mau papa bilang kemarin, kalau Rafael bukan anak kandung papa, tapi bergubung kamu sudah menangis dan berlari kamar mengurung diri jadi papa mengurung niatan untuk cerita” Hana tertunduk malu mendengar penuturan sang ayah. Terlihat bodoh Hana beberapa hari ini karena suatu hal yang belum diketahui kepastiannya, akan tetapi Hana tetap bersyukur telah mengetahui semua kebenaran ini.
“Apa kau tak ingin berpelukan dengan adikMu ini” sindir Lili ketika melihat Rafael yang hanya diam tanpa melakukan sebuah tindakan mendengar semua kenyataan ini. Rafael tersenyum dan menghampiri adik beserta orang tua kandungnya, mengungkapkan kebahagian dengan memeluk keluarganya yang sebenarnya. Keluarga Adrian terlihat begitu bahagia, akhirnya putra mereka yang hilang telah kembali.
“Hem... ada yang aneh ini. Kenapa Lili sama sekali tak terkejut dengan semua ini ?” tanya Rafael dengan menatap lekat adiknya.
“Hehehe sebenarnya Aku sudah tau ketika mendengar pembicaraan mama dan papa beberapa hari yang lalu” ujar Lili dengan cengengesan tak jelas.
“Papa gak suka kalau anak papa suka menguping” sindir om Adrian.
“Ishhh... biarin saja, itu salah kalian sendiri yang menyembunyikan semua kebenaran dari Aku” kesal Lili memanyunkan bibirnya, membuat Rafael merasa gemas melihatnya. Semua tersenyum bahagia namun berbeda dengan tante Carolin yang masih merasa bersalah dengan semua yang dilakukan pada keluarganya dan terutama Rafael, semakin tak enak hati apalagi ternyata Rafael anak dari sahabatnya.
“Emm... Pah, Han maafkan semua sikap egois mama selama ini” sesal tante Carolin dengan menundukan kepala. Hana memeluk perut sang mama penuh kasih sayang, gadis ini kembali mengucap syukur ternyata sang mama menyadari semua kesalahan yang telah dilakukan.
“Sebelum mama minta maaf, kita sudah memaafkan semua kesalahan mama” seketika senyum berbinar diwajah cantik tante Carolin, benar-benar salah semua sikap tante Carolin yang selalu mengatur kehidupan anak dan suaminya, padahal mereka begitu baik padanya.
“Kalau sudah tau kalau Rafael putra kandungKu, apa kamu masih mau menghalangi Rafael dan Hana berhubungan” sindir tante Laura membuat seketika tawa meramaikan ruangan ini, lihatlah Hana dan Rafael tertunduk malu karena ucapan tante Laura.
“Aduh-aduh mah coba lihat anak mama yang lagi malu itu, apalagi calon menantu mama ampun wajahnya sudah seperti kepiting rebus” canda Lili membuat mereka semakin tetawa puas, sedangkan Rafael menatap kesal adiknya yang tengah mengangkat dua jari membentuk huruf V. Pesta dilanjutkan dengan acara meniup lilin kue ulang tahun serta memotong tumpeng yang sudah disiapkan, semua menikmati pesta malam ini dengan keadaan bahagian. Malam ini yang dikira Hana akan penuh dengan air mata ketika bertemu dengan Rafael ternyata benar, tapi air mata itu bukan air mata duka melainkan sebuah air mata kebahagiaan.

BERSAMBUNG.